Tugas LKMM-TD Individu
Nim: 1130025086
Kelompok: 09 MYELIN
Pada saat masi di SMA saya pernah mengalami situasi dimana banyak tugas yang menumpuk dalam waktu bersamaan. ada tugas yang harus di kumpulkan pada hari itu, dan pada hari itu juga ada tugas lagi yang di berikan oleh guru saya dan dikumpulkan sebelum jam istirahat. Akibatnya, saya tampak kualahan dan tidak tau mau mulai dari mana. di saat itu saya juga sedikit cemas karna setelah istirahat ada mata pelajaran yang tugasnya saya tunda tunda. pada saat itu juga setelah mengerjakan tugas yang di berikan saya langsung mengerjakan tugas yang saya tunda alhasil pada saat istirahat saya tetep mengerjakan tugas itu samapai jam istirahat habis dan dijam itu juga saya masih belum selesai untungnya pada saat guru saya datang tugas saya sudah selesai.
Identifikasi penyebab permasalahan
1.Tidak memiliki perencanaan harian yang jelas
pada saat itu saya tidak membuat jadwal harian atau daftar prioritas. saya hanya mengerjakan tugas berdasarkan mood atau apa yang terlintas di pikiran. Hal ini membuat beberapa tugas penting terabaikan, sementara tugas yang sebenarnya kurang mendesak justru dikerjakan terlebih dahulu.
2.Kebiasaan menunda
saya merasa bahwa "nanti saja" akan cukup waktu, padahal kenyataannya waktu berjalan lebih cepat dari yang saya kira. Prokrastinasi ini akhirnya menyebabkan pekerjaan menumpuk hingga mendekati tenggat waktu, sehingga saya harus bekerja dalam kondisi tertekan
3. Kurangnya kemampuan untuk menetapkan prioritas
Semua pekerjaan saya anggap sama pentingnya, sehingga saya bingung mana yang harus diselesaikan lebih dulu. Karena tidak ada batasan prioritas yang jelas, saya sering menghabiskan waktu pada hal-hal kecil sementara tugas yang lebih besar tertunda.
4. Tidak memberikan waktu istirahat yang cukup
Karena merasa harus menyelesaikan semuanya sekaligus, saya sering mengurangi waktu istirahat. Padahal kondisi tubuh dan pikiran yang lelah justru menghambat produktivitas, membuat pekerjaan menjadi lebih lama dan kurang maksimal.
tiga cara untuk mengatasi permasalahan
1. Membuat Perencanaan Harian dan Mingguan yang Terstruktur
Solusi pertama adalah membuat rencana yang jelas. Perencanaan dapat berupa to-do list, kalender kegiatan, ataupun jadwal mingguan. Dengan membuat perencanaan, saya bisa melihat tugas mana yang harus diprioritaskan dan berapa banyak waktu yang perlu dialokasikan untuk setiap aktivitas.
Beberapa langkah yang saya lakukan:
- Membagi tugas menjadi kategori: mendesak, penting, dan kurang penting.
- Menuliskan target harian dan memastikan setiap target realistis.
- Meninjau ulang jadwal setiap malam untuk mengetahui apa yang sudah dicapai dan apa yang perlu diperbaiki.
Salah satu teknik yang saya gunakan adalah metode Pomodoro, yaitu bekerja selama 25 menit lalu istirahat selama 5 menit. Siklus sederhana ini sangat membantu meningkatkan fokus dan mengurangi rasa malas untuk memulai pekerjaan.
Selain itu, saya juga menerapkan:
- Menghilangkan gangguan seperti notifikasi HP.
- Menetapkan deadline pribadi yang lebih awal daripada deadline asli.
- Memberikan reward kecil ketika berhasil menyelesaikan tugas tepat waktu.
Dengan menerapkan metode ini, saya lebih cepat memulai pekerjaan sehingga tidak ada lagi penundaan yang berlebihan.
3.Mengatasi Kebiasaan Meremehkan Tugas Sekolah dengan Meningkatkan Tanggung Jawab Akademik
Banyak tugas menumpuk karena dianggap "mudah" atau "masih lama", padahal setiap tugas membutuhkan perhatian dan waktu untuk dikerjakan.
langkah langkah yang saya ambil diantaranya:
- Mengubah mindset bahwa setiap tugas adalah bagian penting dari proses belajar, bukan sekadar kewajiban formal.
- Membuat deadline pribadi yang lebih awal, agar tugas tidak menumpuk dan terhindar dari rasa santai berlebihan.
- Menyicil tugas sedikit demi sedikit, misalnya membuat kerangka hari ini, mencari referensi besok, dan menulis isi di hari berikutnya.
Komentar
Posting Komentar